Pelelintih

Pendahuluan

Di era globalisasi ini sangatlah banyak informasi yang dapat diperoleh dari media elektronik, media cetak dan jejaring internet atau  dunia maya yang lagi populer saat ini. Tentu dengan berbagai model kemasan yang sangat menarik untuk diketahui dan diterapkan apabila informasi yang disampaikan tersebut dianggap bermanfaat bagi kehidupan ini. Namun tidak banyak masyarakat yang dapat menyerap informasi yang diterima sebagaimana yang dimaksudkan, sehingga akan terjadi salah persepsi yang berakibat penerapannya menjadi keliru dan salah kaprah.

Dengan adanya berbagai sumber tentang satu masalah yang dimaksud tentu juga ada berbagai penafsiran dan pemahaman yang berbeda baik dari pengarang itu sendiri maupun pembacanya. Inilah yang sering terjadi dimasyarakat seperti misalnya: yang dulunya namanya tidak ada gelar keturunan sekarang memiliki gelar keturunan, atau berpindah pura kawitan, dan atau banyak hal sejenisnya. Kami sering melihat di setiap Pujawali Bhatara Turun Kabeh di Besakih yang diikuti juga piodalan di masing-masing Pura Pedharmaan, banyak sekali pemedek yang tidak mengetahui dimana Pedharmaannya, inilah suatu pengalaman yang pernah dan sering kami temukan dilapangan. Hal ini merupakan salah satu indikasi bahwa masih banyak masyarakat yang tahu Pura Kawitannya tetapi tidak tahu Pura Pedharmaanya begitu pula sebaliknya tahu Pura Pedharmaan tetapi tidak tahu Pura Kawitannya. Kondisi seperti ini tentu merupakan masalah tersendiri bagi sekelompok masyarakat yang keinginannya astiti bhakti kepada Leluhurnya tetapi belum menemukan tempat yang tepat untuk memujaNya. Beberapa pengalaman kami juga perlu disampaikan disini dimana disalah satu Pura Kawitan pada setiap Piodalan selalu saja ada pemedek baru yang tangkil, setelah ditelusuri ada yang mengatakan baru dapat pewisik, ada yang karena dari saran orang pintar setelah minta petunjuk atas masalahnya dan ada juga beragam alasan yang berbeda. Namun ada juga yang dulunya memuja leluhurnya pada Pura kawitan tertentu sekarang malah tidak lagi kelihatan karena mereka sudah menemukan Pura Kawitan barunya.

Menimbang dari  berbagai pokok permasalahan di atas, maka kami berusaha menghimpun diri untuk mengumpulkan informasi dari berbagai pustaka-pustaka untuk dirangkum menjadi sebuah buku sederhana yang kami beri judul “PELELINTIH WARIH ARYA SUKAHET” atau sejarah perjalanan “Arya Sukahet” yang nantinya diharapkan dapat dipakai sebagai pegangan oleh semua pratisentana Arya Sukahet dimanapun berada.

Maksud dan tujuannya adalah untuk dapat memberikan gambaran atau keterangan prihal sejarah perjalanan Arya Sukahet kepada semua pratisentana Arya Sukahet dimanapun berada, agar dapat dijadikan pedoman sebagai langkah awal menuju kesempurnaan sejarah perjalana Arya Sukahet selanjutnya yang didukung penemuan data atau fakta sejarah yang valid, sehingga terjalin hubungan tali kasih antar individu dan antar kelompok seluruh pratisentana Arya Sukahet dalam satu visi dan persepsi yang murni untuk terwujudnya kondisi hidup sejuk, damai dan bahagia.

Ruang lingkup pembahasan akan mencangkup sejarah sejak kedatangan Maharaja Manu dari India ke pulau Jawa yang bertahta sebagai raja Medang Kemulan, yang selanjutnya turun temurun kekuasaan kerajaan berkembang di pulau Jawa sampai ke pulau Bali yang akhirnya Raja Kresna Kepakisan berkuasa yang mana salah satu dari para Arya yang ditugaskan di wilayah sebelah timur tukad/sungai Unda yaitu di Sukahet yang merupakan cikal bakalnya Arya Sukahet yang akan dibahas lebih mendalam dan lebih rinci.

Tata urut pembahasan akan disusun dengan sistematika sebagai berikut :

PADANAN KATA

  • Anglurah –  Penguasa atau Kepala Pemerintahan Desa
  • Dalem     –  Penguasa atau Kepala Pemerintahan Wilayah

5 Responses to Pelelintih

  1. Wayan Suena says:

    Selamat Siang ,
    Saya Wayan Suena mohon pencerahan untuk memperjelas sejarah keluarga kami,kebetulan saya baru dapat Prasasti Ida Idewa Ketut dari Puri Manik Mas Klungkung dan Babad Bebancahan Puri Ubud bahwa Ida Idewa Agung Anom Di Madhe putra Ida Dalem Dimade (Cucu Dalem Sagening) ke gumi Sasak tahun caka 1580 atau Tahun Masehi 1667 yang mana beliau mempunyai pengiring 44 orang (bukan 40 orang) dan 22 dari pengiring Ida Idewa Agung Anom Di Made masuk agama Wetu Telu(Islam) dan sisanya yang 22 orang masih tetap memeluk Agama Tirta yang salah satunya pengiringnya bernama Gusti Sukahet.

    Saat ini pengiring yang 22 orang tersebut yang berasal dari banyak soroh merupakan cikal bakal penduduk Dusun Lamper,Tambang Eleh,Perempung,Babakan,Lombok Barat dan Karang Monjok Mataram dan saat ini Pura tempat kami menyungsung Ida Idewa Agung Anom di Madhe bernama Pura Pelabu yang berlokasi di Desa Pelabu,Kecamatan Kuripan Lombok Barat.

    Perlu di ketahui bahwa Keluarga beberapa dusun tersebut di atas lebih dulu sekitar 25- 30 tahun menetap di Lombok atau sebelum Kerajaan Karang Asem menyerang Lombok.

    Yang menjadi pertanyaan saya di silsilah keluarga kami ada beberapa kali menggunakan nama Dane Sukahet,mohon informasinya berdasarkan lontar dari Arya Sukahet,dari mana asal Gusti Sukahet yang mengiringi Ida Idewa Agung Anom Di Madhe,suksma atas informasinya dan saya juga mohon informasi siapa yang bisa saya hubungi untuk menanyakan hal tersebut di atas ,WAYAN SUENA-081-7578-6555

    • Osa Pak Wayan Suena, maaf baru respon, Seperti yang telah di sebutkan oleh Alit Aningrat, sbb “keluarga kami warih arya sukahet yg ada sekarang menetap di mataram asalnya dari desa adat sukahet kecamatan sidemen karangasem…..suksma”

      Merangkum uraian Pelelintih Warih Arya Sukahet, Arya Sura Wang Bang Lasem adalah leluhur atau cikal bakal penjelmaan Arya Sukahet, yang mendapat tugas oleh Patih Gajah Mada untuk mengamankan wilayah sebelah timur tukad/sungai Unda dan berkedudukan di desa Sukahet.(http://www.pedharmanaryasukahet.org/silsilah-arya-sukahet/)

      Menurut sumber cerita dari Penglingsir dan ada bukti-bukti tertulis dalam lontar (cakepan) bahwa leluhur kita keturunan Arya Sukahet treh Arya Wang Bang Lasem pada saat penyerangan oleh Laskar Karangsem ke Lombok, ikut serta bergabung pada rombongan tersebut perahu-perahu yang lain yang penuh dengan laskar-laskar bersenjata lengkap berasal dari Seraya dipimpin oleh Bendesa Seraya. Sesampai di pantai lalu orang melihat penuh sesak lascar yang tidak dikenal duduk bersila siap menanti, tetapi sekejap menghilang dari pandangan orang, bersamaan dengan hilangnya kupu-kupu kuning tadi. Orang mengatakan semua itu adalah “bala samar” yaitu orang halus yang menjelma menjadi laskar siap tempur.(http://www.pedharmanaryasukahet.org/pelelintih-arya-sukahet/keturunan-arya-sukahet-di-lombok/)

      Semoga bisa melengkapi, suksma…

  2. Wayan Suena says:

    Terima kasih atas jawabannya dan mohon maaf keterlambatan jawaban dari saya. Jawaban yang di berikan jauh menyimpang dari pertanyaan saya karna sesuai Prasasti yang kita miliki Ida Idewa Agung Anom Dimadhe ke Lombok jauh sebelum Karang Asem menyerang ke LOmbok,sekitar 43 tahun sebelum Karang Asem meneyerang Lombok.Yang saya butuhkan saat ini di mana saya bisa menanyakan prasasti perjalanan keturunan Arya Sukahet ke LOmbok terutama masa pemerintahan Dalem Di Madhe.Kalau ada di mana saya bisa menemui pengelingisir Sukahet yang kira kira mengetahui sejarah tersebut,mohon di hubungi saya di 081-7578-6555

  3. I GN. Arya Putra says:

    Selamat siang,

    Mohon maaf atas ketidak sesuaian dari tanggapan atas pertanyaan Bapak,dan berikut kami sampaikan bahwa leluhur Arya Sukahet tidak ada sebegai sejarawan sehingga kami tidak di wariskan prasasti yang mengisahkan perjalannya ke Lombok pada zaman dalem Dimade. kami haya diwariskan Pedharman di besakih dan merajan – merajan di wilayah desa adat Sukahet yang menjadi pengemong Pedharman Arya Sukahet di Besakih.
    Kami sendiri hanya pernah mendengar dari prasasti/lontar yang di simpan di Merajan kami sebatas masa pemerintahannya di Sukahet.
    Coba juga dibaca Babad Satrya Dalem Segening, Ida I Dewa Sumretta (lahirnya Ksatrya Sukahet), disusun oleh Ida I Dewa Gde Cakra Negara
    atau beberapa sumber dari daftar pustaka web kami.
    Walau tidak banyak membantu semoga ada manfaatnya terimakasih

  4. SUKARSANA.IGST NGURAH says:

    O S S A. ATUR PIUNING TITIYANG RING PARE SEMETON PENGEMONG .PENYUNSUNG LAN PENYIWI PEDHARMAN.ARYA WANG BANG SUKAHET BESAKIH. SANE WENTEN RING SEJEBAGAN BALI LAN DURE DESA TIYOSAN. MANGDANE SEUNINGE :
    1 .IDA BETARE TURUN KABEH RING BESAKIH JAGI LUNGA MELASTI TGL 21 MARET 2016 JAM 10 PAGI MEGENAH RING TEGAL SUCI KÀNTOS PUPUT. IDA BETARA RING PEDARMAN SUKAHET NGIRING NALER MELASTI. KADI PEMARGI SANE SAMPUN2.
    2. SÀKING TGL.21 MARET IDA BETARA RING PEDHARMAN SUKAHET NYEJER KÀNTOS TGL 2 APARIL 2016. ( 11 HARI SAKING PUNCAK KARYA PUJAWALI. ) 23 MARET 2016.

    3. PREJURU PEDHARMAN MATUR PEWUNGU RINGA PARE SEMETON SARENG SAMI. WARIH ARYA WANG BANG SUKAHET SEJEBAG NUSANTARA .
    A. RAWUH TANGKIL LAN SARENG NGIRINGANG IDA BETARA MELASTI. /NGAYAH / LAN MATURÀN MANUT GALAH LAN ACARE.

    B. NANGKIL SELAMI IDA NYEJER MANUT TGL. RING UNTAP. LAN NGATURANG. PENGANYAR YEN WENTEN ARSA LAN GALAH .

    C. PEWUNGU SAKING PRAJURU PUNIKI NAWEGANG LIMBAKANG KE PENYUNGSUNG LAN PENYIWI TIYOSAN SANE PERSIDA. ANTUK NGELIMBAKANG .

    D.KOORDINASI NGAYAH.NGIRING MELASTI UTAWI NGANYARIN RARISANG RING NO. HP PUNIKI.:
    081.138.5571 IGST MK.PUCAKSANA.
    081.236.008.367. IGST.MK ALIT.ANINGRAT.
    O81.353.168.624.. IGST.Mk SUANDA
    081.2381.8874. IGST NGR SUKARSANA..
    081.246.412.333.IGST NGR ARYA PUTRA. SE.
    087.861.618.761.IGST MD SUASTIKA.
    AINGGIH AKADI ASAPUNIKE PEWUNGUN TITIYANG.

    DUMADAK SAMI2 RAHAYU TTIYANG MATUR SUKSEME.
    ” PRAJURU PEDHARMAN ARYA WANG BANG AUKAHET BESAKIH.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.